<< NASEHAT JIWA >> << PITUTUR JIWO >>

<< Hargai karya orang lain, jangan "PLAGIAT" >>

Sabtu, 16 Juli 2011

T A W A S

(TAtanan kudu sing aWAS)
Aturan seharusnya dicermati (berhati-hati)

Dalam bentuk sesungguhnya, tawas bersifat natural dan terkesan berwarna putih bening dan tawar (tidak berbau)
Namun dalam prakteknya, tawas bisa menetralkan sumber air yang berbau, butek (keruh) dan air yang memiliki rasa (asin).

Air merupakan sumber kehidupan bagi makluk hidup, karena air itu pula pergerakan persendian dan otot bisa dilakukan dengan leluasa.
Air sudah semestinya membawa kesejukan, demikian pula dengan rasa, hati serta pikiran yang pasti mengharap kesejukan yang alami, dan bisa mencapai kebugaran dan kesegaran.

Demikian pula halnya, apapun yang dimiliki dan disandang oleh insan seyogiannya harus memakai aturan yang telah ditetapkan, baik itu peraturan yang di tetapkan oleh negara ataupun peraturan yang menjadi ketetepan agama (Syariat serta hukum-hukumnya).
Dengan demikian, apapun yang insan sandang dan yang dimilikinya pasti membawa kesejukan, kesegaran dan kebugaran untuk dirinya dan untuk sesamanya.
Baik itu menyangkut harta, tahta, kemampuan ataupaun ilmu yang di milikinya.
Dan jangan membiarkan apa yang dimiliki mengalami KONTAMINASI yang pada akhirnya akan membawa petaka dan celaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar