<< NASEHAT JIWA >> << PITUTUR JIWO >>

<< Hargai karya orang lain, jangan "PLAGIAT" >>

Minggu, 17 Juli 2011

WAROENG

WAwasan kudu sak kaROENG

Warung adalah tempat untuk menyediakan menu makanan dan miuman yang sederhana .. dan setiap warung pastinya memiliki menu makanan atau minuman yang diandalkan (Menu Favorit) ..

Soal enak dan tidaknya atau soal laris dan tidaknya itu tergantung dari bagaiman cara mengolah rasa saat memasak dan juga cara mengolah raga saat menyajikannya dalam bentuk penyajian pada pelanggan.

Soal selera, itu bisa belakangan saat menyicipi menu yang di suguhkan. Karena setiap pelanggan atau konsumen yang pasti memiliki selera yang beda pula.
Untuk itu di sediakan pula suguhan pelengkap saat menghidangkan.
Seperti kecap, saos, garam, cabe, cuka dll.
Yang pasti, pengelola WAROENG berusaha membingkiskan suguhan yang terbaik buat konsumen atau pelanggan.

Demikian juga dengan seseorang yang memiliki wawasan yang lebih dari yang lain .. "TAK MENGENAL MAKA TAK SAYANG" .. itu istilah yang pantas .. karena kebanyakan dari pemilik wawasan lebih, memiliki cara tersendiri untuk menyuguhkan nasehat atau pitutur yang di miliki.
Sambal atau sindiran yang di suguhkan itu juga tergantung dari selera atau kondisi si pemesan.

Yang menjadi kendala .. Terkadang, penilaian dari ke EGO an konsumen lebih dulu menguasai pikiran saat melihat kesederahanan penampilan, kasar dalam mengucap atau membaca nama nyeleneh yang terterah .. tanpa mau menikmati (menyimak atau mendengarkan) dan merasakan sajian yang di suguhkan (meresapi dalam nalar dan hati).

Padahal, sesungguhnya dibalik penilaian dari ke EGO an semata .. nyatanya, di dalam waroeng tersebut tersimpan menu makanan atau nasehat (pitutur) yang terlezat .. melebihi menu yang pernah ada atau yang pernah di nikmatinya.

Tiada mungkin, rasa setiap WAROENG atau seseorang yang memiliki kamampuan memiliki rasa khas yang sama, walau pada kenyataan nama menu yang disediakan sama dengan segela penunjangnya.
Bila menu yang tersedia itu tergantung dari kecekatan tangan saat mengola bumbu-bumbunya.
Sedangan penolong, tergantung dari mana dia mengawali membuka pembicaraan dan mengupas bahan atau makalah yang menjadi bahan pembicaraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar