Adakah salah 1 (satu) sahabat di sini yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya dipukul ataupun ditampar ??
Kalau memang belum pernah merasakannya !!
Sudah pasti mereka tidak pernah tahu dan merasakan pukulan atau tamparan mana yang sungguh teramat menyakitkan ??
Dengan posisi jari tangan yang bagaimana saat melancarkan pukulan dan tamparan ??
Berbeda jauh dengan mereka yang sudah pernah mencicipi pukulan dan tamparan .. ??? ..
Mereka pasti akan faham betul dengan posisi pukulan atau dengan posisi tamparan yang bagaimana, yang bisa mendatangkan rasa sakit yang teramat sangat.
Dengan posisi jari tangan tergenggam erat serta semua jemari dalam posisi merapat, yang pasti akan mendatangkan hasil pukulan yang pasti sangat Akurat dan benturannya juga sangat menyakitkan.
Dan saat jari tangan di kembangkan merapat, tamparan yang di hasilkanpun sungguh amatlah panas dan pasti membekas
Apalagi di tambah dengan gelora semangat amarah membara dalam dada .. Xixixiixixixiixixixi .. Pasti tambaaaaah MANTRAAAAAB saat mampir di sasaran ..
Memgupas soal pukulan ataupun tamparan kembali lagi di JARI TANGAN kita. Demikian juga dengan gelora semangat dalam menegakkan kedaulatan NKRI, semua seharusnya bersatu dalam meneggakkan wibawa bangsa dari tangan-tangan oknum yang mengusik keutuhan bangsa dan negara. Dan sudah seharusnya sebagai warga negara harus BERSATU PADU. Agar virus-virus PENGGANGGU KEDAULATAN NKRI dapat berpikir 1000x saat akan mengusik serta yang mau mempecah bela kesatuan yang sudah di tanamkan.
Adapun uraian lain dalam istilah tersebut diatas antara lain :
TELAPAK TANGAN
Dalam wujud nyatanya, telapak tangan adalah tempat di mana posisi jari-jari tangan berpusat, dan di telapak tangan tersebut, jari-jari tangan melakukan intraksi fungsi sesuai karakternya masing-masing. Dan telapak tangan adalah tumpuhan yang menjadikan kekuatan yang erat tersimpan. Dan juga merupakan penunjang yang menjadi kunci dari segala elemen jari-jari tangan yang di tampungya, atau yang berdiri disisinya.
Dalam hal ini, Telapak Tangan ibarat hamparan BUMI PERTIWI atau IBU PERTIWI
JARI JEMPOL
Berwujud pendek dan besar di bandingkan dengan jari tangan lainnya, ini memliki pengertian. Walau sering kali Alim Ulama di pandang sebelah mata, di rendahkan atau menjadi bahan pergunjingan dengan berbagia dalil. Namun pada nyatanya tetap menjadi tonggak dalam mewujudkan kepribadian yang tertinggi, dan yang terpenting lagi untuk membina generasi pemimpin sesuai tuntunan. Semua yang tercermin tiada lepas dari syariat dan tuntunan. Makanya, saat Jari Jempol menunjukkan kecocokkan, kebagusan dan juga tanda aplos (setuju), posisinya berdiri tegak, sedangkan ke 4 (empat) jari lainnya di lipat di bawahnya. Ini menandakan, kedudukan Alim Ulama tetaplah tertinggi dari pada jari tangan lainnya.
Lebih baik memberi dari pada meminta, dan telapak tangan lebih baik dalam posisi tengkurap (memberi) dari pada namun kedudukannya lebih memiliki dan melihat posisi saat telapak tangan di balik (tengkurap), maka pada tangan kiri pada telapak tangan sebelah kanan, dan berada di sebelah kanan pada telapak tangan sebelah kiri. Dan guratan pada persendiannya juga berbeda dengan jari tangan lainnya, yang lainnya memiliki 2 (guratan) namun jari jempol memiliki cuma 1 (satu) guratan.
Hal ini mengandung FILOSOFI, sesungguhnya jari jempol tersebut ibarat wujud ALIM ULAMA, dalam perumusan yang menjadi tanggung jawabnya adalah mengajarkan jalur Kebenaran, Ketegasan serta Kejujuran, tanpa membedakan akan cermin keburukan dan kebaikan pada pada siapapun.
Dalam hal ini, ALIM ULAMA adalah wujud dari sang surya, di mana dalam bias pancaran pengajaran yang di curahkan tidak memilih-milih siapa yang berhak menerima cahaya (petunjuk) yang memberikannya.
Dan cahaya yang di limpahkan tidak ada segi batasan apapun, tidak ada satupun yang bisa menghalangi biasnya.
Allah telah mengenalkan wujud dari Alim Ulama yang mengajarkan akan kebagusan, dan tidak seharusnya yang sudah di perkenalkan oleh Sang Maha Pencipta menempuh jalur yang menyimpang dari apa yang telah di tetapkan olehNya.
Guratan 1 (satu), dan kalau di lihat memiliki 2 (dua) tempat, dimana tempat (ruang) yang ujung lebih sempit dari pada ruang yang berada di pangkal dekat telapak tangan. Ini memiliki pengertian FILOSOFI apa yang di tunjukkan tersebut merupakan pembelajaran untuk di jadiakan bahan perenungan, sungguhnya para Alim Ulama seharusnya menyimak dan mewujudkan akan wujud saat meraka di lahirkan dengan segala pemahaman yang di miliki dari perenungan. Dan menumpahkan perjuangan untuk mencari bekal menyambut kematian, 2 (dua) ruang tersebut adalah pengertian tentang AWAL dan AKHIR atau LAHIR dan MATI.
Tentang Jari Jempol
#JARI_JEMPOL.
Ibarat #ALIM_ULAMAH yang mengajarkan Kebenaran serta bagaimana cara untuk mensyukuri nikmat. Serta memupuk AKLAK serta membina IMAN.
Dan yang pasti membimbing umat untuk menyaring #AKIDAH dan bukan mengejar #KEKUASAAN.
#JARI_TELUNJUK.
Ibarat sebagai #GURU atau #PEMBIMBING .. dimana dalam wujud posisinya untuk menunjukkan langkah yang terbaik untuk mencapai PEMAHAMAN.
Menunjukkan arah mana yang seharusnya di tempuh.
#JARI_TENGAH
Ibarat PEMIMPIN yang memiliki sifat #ARIF dan #BIJAK .. tidak membela siapapun sesuai PERUMUSAN.
Tidak terikat dengan berbagai #ASTRIBUT golongan dan kelompok apapun .. berpegang teguh dan menegakkan #DEMOKRASI.
#JARI_MANIS
Ibarat #PEMANIS dalam wadah yang tumbuh di bumi pertiwi .. Dalam lingkup mo-limo (Main, Madon, Madat, Maling dan Minum).
Hal ini sebagai tempat atau wadah #PENGUJI.
#JARI_KELINGKING
Ibarat kaum #JELATA, $PAPA atau #FAKIR_MISKIN .. (Dalam posisi DIFINISI tertentu).
Selagi #JARI_TANGAN masih berada di #TELAPAK_TANGAN .. sudah pasti tetap memiliki #FUNGSI dan #PORSI masing-masing sesuai peran yang di sandangnya dan juga tergantung pula dari #TUGAS yang di #PIKUL nya ..
Kalau memang sudah menyadari DIMANA jari tangan itu BERDIRI .. kalau memang mendapat #RINTANGAN dan #HALANGAN .. Pasti mereka akan BERSATU membentuk #GENGGAMAN untuk memukul atau menampar ..
Dalam #POSISI memukul .. Jari #JEMPOL (Ibu Jari atau Jari Induk) .. Tepat berada di atas atau di depan .. Seolah mengikat ke empat jari yang menyatu dan merapat.
Hal ini di maksudkan .. Walau ada perlawanan dalam kekerasan .. Tetaplah mendengarkan #PETUAH_ALIM_ULAMA yang pasti berwadah netral dan meluruskan akan intraksi, baik bermasyarakat, berwarganegara atau beragama, dan tidak membela suatu #GOLONGAN.
Karena secara tidak #LANGSUNG, dengan adanya faham yang netral dari para #ALIM_ ULAMAH yang demikian, itu merupakan #PENGENDALI_UTAMA untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan.
Dalam POSISI menampar .. Jari JEMPOL agak terpisah .. Dan tidak ikut-ikutan merapat ke 4 jari yang menyatu ..
Ini memiliki makna .. Kalaupun #MENYENTIL, #MENGKRETIK atau #MENGKOREKSI .. janganlah memakai atau mendompleng dan mengatas namakan sebagai #ALIM_ULAMAH ataupun #AGAMA ..
Sudah seharusnya, semua di kembalikan pada posisi masing-masing .. dan tidak harus merubah #FUNGSI sebagai penunjang kondisinya.
Bagi mereka yang #MERASA_BODOH .. Sudah pasti menekuni #POSISI_PATEN yang sesuai KONDISI masing-masing ..
Dan #ORANG_BODOH justru lebih setia .. dibandingkan dengan mereka yang merasa memiliki kemampuan.
Namun pada nyatanya, saat ini POSISI yang ada sudah berubah FUNGSI .. dan saling memutar posisi tanpa mau memperhatikan wujud dan kondisi.
Yang #ULAMA merebutkan #KEKUASAAN,
Si #PEMANIS berubah jadi #GURU, #PEMBIMBING dan #ULAMA.
Dan si #PEMIMPIN justru memiliki pemikiran #KERDIL berwawasan miskin, dan ingin dianggap serta merasa dirinya hebat.
NKRI tetaplah harga #MATI ..
NKRI bukanlah.
"Negara Kelompok Resek Indonesia".
Akan tetapi NKRI adalah
"Negara Kesatuan Republik Indonesia"
Salam "MERDEKAAAAAAAAAAA"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar